Lombok tak hanya gudang objek wisata. Bumi Selaparang itu juga
menyimpan kekayaan spesies tanaman unik. Durian, contohnya. Di Pulau
Seribu Masjid itu terdapat 2 jenis durian unik; tanpa sekat dan tanpa
duri. Si tanpa sekat dari luar sosoknya tak berbeda dengan durian biasa.
Namun, saat dibelah tak nampak sekat yang lazim memisahkan buah dalam
beberapa juring. Buah teronggok menempel pada kulit. Rasanya manis dan
enak. Karena tanpa sekat daging buah jadi lebih banyak 5–10% ketimbang
yang biasa.
Sementara si gundul kulitnya tak berduri. Sosok buah bulat berwarna cokelat dengan permukaan kulit
kasar. Absennya duri yang merupakan ciri khas durian membuat ia tidak
mirip buah durian sama sekali. Dari tampilan luar ciri khas durian hanya
terlihat dari tangkai buah. Tangkai buah si gundul persis durian biasa.
Ketika dibelah sosok duriannya baru terlihat jelas.
Tampilkan postingan dengan label Buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah. Tampilkan semua postingan
Durian Tanpa Sekat dan Tanpa Duri
Lombok tak hanya gudang objek wisata. Bumi Selaparang itu juga
menyimpan kekayaan spesies tanaman unik. Durian, contohnya. Di Pulau
Seribu Masjid itu terdapat 2 jenis durian unik; tanpa sekat dan tanpa
duri. Si tanpa sekat dari luar sosoknya tak berbeda dengan durian biasa.
Namun, saat dibelah tak nampak sekat yang lazim memisahkan buah dalam
beberapa juring. Buah teronggok menempel pada kulit. Rasanya manis dan
enak. Karena tanpa sekat daging buah jadi lebih banyak 5–10% ketimbang
yang biasa.
Sementara si gundul kulitnya tak berduri. Sosok buah bulat berwarna cokelat dengan permukaan kulit
kasar. Absennya duri yang merupakan ciri khas durian membuat ia tidak
mirip buah durian sama sekali. Dari tampilan luar ciri khas durian hanya
terlihat dari tangkai buah. Tangkai buah si gundul persis durian biasa.
Ketika dibelah sosok duriannya baru terlihat jelas. Mangga Manalagi
Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.
Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.).
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.
Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.).
Mangga Mahathir
Asal-usul mengapa mangga ini diberi nama Mahathir tidak cukup jelas
untuk ditelusuri, namun diyakini bahwa mangga yang berasal dari Kinabalu
Malaysia ini mengambil nama Mahathir, mantan Perdana Menteri Malaysia
yang dikenal sebagai "orang kuat" yang berkuasa cukup lama di Malaysia,
dan personifikasi tersebut menggambarkan mangga Mahathir sebagai mangga
yang berukuran besar, mengikuti nama besar mantan Perdana Menteri
Malaysia, Mahathir Mohammad.
Mangga Mahathir sebenarnya sudah tersebar cukup lama di Indonesia, namun
hanya ditanam sebagai tanaman buah koleksi para penghobi tanaman maupun
ditanam oleh mereka yang sering keluar masuk ke Malaysia, entah karena
pekerjaannya maupun mereka yang mencari dan mendapatkan bibit dari para
TKI yang bekerja di Malaysia, kasusnya sama persis dengan saat durian
D24, sawo jumbo CikuMega 19, dan durian D197 alias durian Musangking
dimasukkan dan dikenalkan pertama kali ke Indonesia. Mereka inilah yang
berperan besar dalam memasukkan dan mengenalkan mangga Mahathir ke
Indonesia.
Daun mangga Mahathir sangat khas, berukuran cukup panjang dan lebar
dengan bentuk daun bergelombang dan berurat (urat daun kelihatan
menonjol). Ciri khas lainnya adalah jika sepotong kecil daun tua diremas
di antara ibu jari dan jari telunjuk, akan mengeluarkan aroma khas
berbau sengir yang umumnya tidak dimiliki oleh varietas-varietas mangga
lainnya. Jika mangga lain mempunyai percabangan dan ranting yang tumbuh
ke atas atau samping, maka percabangan dan ranting mangga Mahathir
cenderung lemas dan tumbuh menjuntai ke bawah, oleh karena itu
pengaturan arah pertumbuhan cabang dan ranting harus dilakukan seawal
mungkin dengan mengikat cabang/ranting pada ajir bambu. Jika tanaman
tumbuh membesar, pemberian para-para penyangga dari bambu atau kayu akan
membuat arah pertumbuhan cabang dan ranting muda menjadi lebih teratur
dan lebih baik.
Mangga Mahathir tergolong mangga genjah karena relatif mudah berbunga
dan berbuah pada umur tanaman yang masih muda, karena dari bibit pertama
ukuran sejengkal yang tumbuh dengan cepat, diambil beberapa entres dan
entres tersebut kemudian disambungkan ke batang bawah mangga lokal
berukuran sejempol tangan orang dewasa, kemudian bibit baru tersebut
ditanam dalam pot, bibit tersebut ternyata mampu berbunga dan berbuah
kurang dari satu setengah tahun pasca sambung. Sementara bibit pertama
sedikit lebih lambat berbunga, kurang dari 2 tahun. Penyebab utamanya
adalah karena bibit yang ditanam pertama tersebut berbatang bawah masih
muda, lebih kurang berukuran sebesar pensil. Secara umum, tanaman mangga
Mahathir relatif mudah berbunga dan berbuah meski bibit disambungkan ke
batang bawah mangga lokal berukuran kecil. Dengan perawatan intensif,
khususnya pemberian pupuk yang benar disertai pemangkasan teratur,
pembungaan dan pembuahan dapat dipacu tanpa harus menggunakan zat
pengatur tumbuh tertentu, senyawa anti retardant untuk menghambat pertunasan seperti paclobutrazol,
misalnya. Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga Mahathir pun
terbukti gampang berbuah meski tanaman masih berumur cukup muda, kurang
dari setahun dari bibit sambung pucuk atau sambung susu.
Bentuk buah mangga Mahathir sangat khas dengan ciri ujung buah berbentuk
seperti paruh burung dan bentuk buah ini nyaris seragam sehingga dari
bentuk buahnya yang seragam inilah kita bisa mengidentifikasi mangga
Mahathir dengan mudah. Keterbatasan jumlah pohon induk menyebabkan
sumber entres sebagai bahan perbanyakan bibit tanaman juga terbatas,
sehingga keseragaman bentuk dan ukuran buah masih bisa terjaga dengan
baik.
Dalam kondisi normal dan tingkat kesuburan tanah yang sedang sampai
tinggi, pentil buah terbentuk cukup banyak pasca persarian bunga
selesai, sekitar 5-7 buah untuk setiap tandan bunga. Mengingat ukuran
buahnya yang tidak lazim, kebanyakan hanya menyisakan 1 hinggq 3 buah
per tandan bunga yang akhirnya tumbuh dan berkembang sempurna hingga
mencapai ukuran buah yang maksimum, dengan kisaran bobot per buah
mencapai 1,7 hingga 3 kg. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah dan
ukuran buah menjadi lebih maksimal, aplikasi pupuk berkadar fosfat
(P2O5) tinggi serta kadar kalium/potassium sedang, sangat disarankan
sebelum tanaman memasuki periode berbunga. Kombinasi antara pupuk SP36
plus KCl adalah contoh pupuk yang bisa diaplikasikan, namun jika ingin
lebih praktis, maka aplikasi pupuk MKP (Mono Kalium Phosphat)
yang mengandung 50% fosfat dan 30% kalium adalah pilihan terbaik. Pasca
persarian bunga selesai dan mulai terbentuknya pentil buah, lakukan
pemupukan berikutnya menggunakan kombinasi antara pupuk yang mengandung
unsur kalium (K2O) tinggi (pupuk KCl) dengan tambahan unsur nitrogen
(urea) dan kalsium serta sedikit tambahan unsur mikro boron. Jika
pertimbangan kepraktisan menjadi prioritas, maka gunakan pupuk KNO3 plus
kalsium dan boron untuk mengurangi kerontokan bakal buah sekaligus
memperbaiki kualitas buah secara keseluruhan, seperti : ukuran buah,
warna buah, tekstur daging buah (tidak berair namun lembut), dan tentu
saja rasa buah yang menjadi lebih baik (lebih manis). Jangan lupa untuk
membungkus buah sedini mungkin sejak terbentuknya pentil buah untuk
menghindari serangan lalat buah. Penggunaan kertas koran bekas maupun
kertas bekas pembungkus semen adalah pilihan terbaik, dengan membungkus
buah satu per satu karena ukurannya yang besar. Penggunaan kertas koran
maupun kertas bekas pembungkus semen terbukti mampu menjaga buah dari
serangan lalat buah sehingga tampilan kulit buah menjadi mulus sempurna.
Pembungkus dari bahan plastik (plastik kresek, misalnya)
mengakibatkan iklim mikro menjadi lembab dan bisa mengundang datangnya
jamur, apalagi jika pembungkus plastik tersebut tidak diberi lubang
angin sama sekali.
Kulit buah berwarna hijau muda kekuningan saat buah masak fisiologis dan
siap untuk dikonsumsi, dan jika dikupas maka akan terlihat daging buah
berwarna kuning dengan sedikit warna oranye di daging buah bagian dalam
dekat kulit biji. Daging buah sangat tebal namun lembut karena seratnya
sangat halus, sama sekali tidak meninggalkan rangkaian serat-serat di
gigi saat daging buah dikunyah. Rasa manisnya sangat khas, tidak
menyengat seperti namdokmai atau khiosawoei yang masak sempurna, dengan
sensasi rasa masam yang tipis sekali, yang hanya muncul saat-saat
tertentu ketika daging buah beradu dengan lidah. Karena ukurannya yang
super jumbo, dibutuhkan 3 piring makan untuk menampung irisan daging
dari 1 buah mangga saja, dan sepertinya, porsi daging buah sebanyak ini
cukup untuk memenuhi kebutuhan 4 hingga 5 orang sekaligus, ruarrrrrr
biasa.............
Biji mangga Mahathir tergolong sangat kecil dibanding ukuran buah secara
keseluruhan, namun keping lembaga yang kecil tersebut terbungkus dalam
kulit biji (pericarp) yang lumayan besar, memanjang dari bagian
pangkal hingga ke ujung buah, namun hal ini tidak mempengaruhi
persentase daging buah yang dapat dikonsumsi karena secara keseluruhan
biji tersebut berukuran sangat tipis.
Jika ingin menanam mangga ini, pilihlah bibit yang diperbanyak secara
klonal (bibit vegetatif) yang bukan berasal dari biji. Bibit vegetatif
tersebut bisa dipilih mulai dari bibit okulasi (tempel mata), bibit
sambung sisip (tempel ranting muda), bibit sambung pucuk (top grafting),
maupun bibit sambung susuan dari tanaman induk terpilih. Bibit
vegetatif ini pasti memiliki sifat genetik yang sama persis dengan sifat
genetik tanaman induknya sehingga penanam akan memperoleh tanaman
mangga yang benar-benar mangga Mahathir, sehingga investasi waktu yang
dihabiskan untuk membesarkan hingga tanaman berbuah bisa terbayar.
Mangga Chokanan
Mangga Chokanan berasal Thailand. Di Thailand mangga ini biasa dimakan bersama ketan.
Mangga Chokanan akan terasa sangat manis jika dipanen pada kondisi matang yang tepat. Karena rasanya yang manis seperti madu, mangga ini kadang-kadang disebut juga sebagai mangga madu. Chokanan merupakan mangga favorit untuk di makan sebagai mangga hijau karena rasanya yang tidak asam.
Mangga Chokanan adalah varietas mangga yang paling mudah berbuah di tabulampot (genjah). Pada usia 3-4 bulan maksimal 1 tahun bibit asal okulasi yang ditanam di pot dapat mulai menghasilkan buah berwarna kuning yang akan mempercantik halaman rumah anda, asal pemberian pupuknya utamanya seperti pupuk kandang dan pupuk NPK diperhatikan.
Hal lain yang disukai dari pohon mangga chokanan adalah pohon mangga ini dapat terus berbuah selama musim hujan
Mangga Chokanan yang ditanam di tanah perkebunan dapat memiliki produktivitas tinggi hingga mencapai 120 kg/pohon/tahun
Chokanan memang luar biasa. Varietas asal negeri Siam itu gampang berbuah meski minim perawatan. Bila ditanam di pot, genjah. Seringkali baru 3-4 bulan dirawat sudah belajar berbunga dan berbuah, Bahkan, pada bibit berukuran 60-75 cm-setara 5 bulan setelah okulasi-tanaman langsung berbuah 3 bulan kemudian. chokanan mangga paling mudah berbuah di tabulampot. Maksimal 18 bulan tahun bibit asal okulasi yang ditanam di pot mulai berbuah. Yang istimewa, buah pertama berkualitas prima. Rasanya manis, lembut, segar, dengan tekstur agak berserat. Panen pertama dipetik 3-7 buah.
Secara genetik chokanan memang bersifat genjah. Periode pertumbuhan dari tanaman muda, remaja, hingga dewasa pendek. Biasanya mata tunas diambil pada Mei dan Juni, bulan-bulan mangga memasuki periode menjelang berbunga. Berdasarkan pengamatan, tabulampot chokanan asal bibit okulasi berukuran 50 cm berbuah kurang dari 1 tahun. Karena sifatnya yang bandel, tak sulit menghasilkan tabulampot chokanan yang prima dan rajin berbuah. Kunci pertama, pastikan bibit yang ditanam benar-benar chokanan.
Setelah di tanam di dalam pot, siram tabulampot chokanan 1 hari sekali dan beri pupuk teratur. Setiap bulan dapat ditambahkan 1 gelas kemasan air mineral guano untuk merangsang pembentunkan bunga. Guano dapat diganti dengan NPK 16:16:16 sebanyak 1 sendok teh. Dengan perlakuan itu chokanan berbunga 6-8 bulan kemudian tergantung ukuran bibit.
Agar bunga yang muncul tak rontok dan kering, frekuensi penyiraman ditingkatkan menjadi sehari 2 kali: pagi dan sore. Dua bulan kemudian bunga itu berubah menjadi buah yang siap dipanen. Ah, mudahnya menikmati chokanan pot di rumah sendiri.
apabila anda berminat dengan buah mangga mangga super diatas kunjungi workshop kami di:
jl.buni gg mushollah, Rt.008,Rw 006.kel.munjul,kec,cipayung.
jakarta timur.telp (021) 84974810
atau hubungi email kami:
panjalu_nursery@yahoo.co.id
Mangga Chokanan akan terasa sangat manis jika dipanen pada kondisi matang yang tepat. Karena rasanya yang manis seperti madu, mangga ini kadang-kadang disebut juga sebagai mangga madu. Chokanan merupakan mangga favorit untuk di makan sebagai mangga hijau karena rasanya yang tidak asam.
Mangga Chokanan adalah varietas mangga yang paling mudah berbuah di tabulampot (genjah). Pada usia 3-4 bulan maksimal 1 tahun bibit asal okulasi yang ditanam di pot dapat mulai menghasilkan buah berwarna kuning yang akan mempercantik halaman rumah anda, asal pemberian pupuknya utamanya seperti pupuk kandang dan pupuk NPK diperhatikan.
Hal lain yang disukai dari pohon mangga chokanan adalah pohon mangga ini dapat terus berbuah selama musim hujan
Mangga Chokanan yang ditanam di tanah perkebunan dapat memiliki produktivitas tinggi hingga mencapai 120 kg/pohon/tahun
Chokanan memang luar biasa. Varietas asal negeri Siam itu gampang berbuah meski minim perawatan. Bila ditanam di pot, genjah. Seringkali baru 3-4 bulan dirawat sudah belajar berbunga dan berbuah, Bahkan, pada bibit berukuran 60-75 cm-setara 5 bulan setelah okulasi-tanaman langsung berbuah 3 bulan kemudian. chokanan mangga paling mudah berbuah di tabulampot. Maksimal 18 bulan tahun bibit asal okulasi yang ditanam di pot mulai berbuah. Yang istimewa, buah pertama berkualitas prima. Rasanya manis, lembut, segar, dengan tekstur agak berserat. Panen pertama dipetik 3-7 buah.
Secara genetik chokanan memang bersifat genjah. Periode pertumbuhan dari tanaman muda, remaja, hingga dewasa pendek. Biasanya mata tunas diambil pada Mei dan Juni, bulan-bulan mangga memasuki periode menjelang berbunga. Berdasarkan pengamatan, tabulampot chokanan asal bibit okulasi berukuran 50 cm berbuah kurang dari 1 tahun. Karena sifatnya yang bandel, tak sulit menghasilkan tabulampot chokanan yang prima dan rajin berbuah. Kunci pertama, pastikan bibit yang ditanam benar-benar chokanan.
Setelah di tanam di dalam pot, siram tabulampot chokanan 1 hari sekali dan beri pupuk teratur. Setiap bulan dapat ditambahkan 1 gelas kemasan air mineral guano untuk merangsang pembentunkan bunga. Guano dapat diganti dengan NPK 16:16:16 sebanyak 1 sendok teh. Dengan perlakuan itu chokanan berbunga 6-8 bulan kemudian tergantung ukuran bibit.
Agar bunga yang muncul tak rontok dan kering, frekuensi penyiraman ditingkatkan menjadi sehari 2 kali: pagi dan sore. Dua bulan kemudian bunga itu berubah menjadi buah yang siap dipanen. Ah, mudahnya menikmati chokanan pot di rumah sendiri.
jl.buni gg mushollah, Rt.008,Rw 006.kel.munjul,kec,cipayung.
jakarta timur.telp (021) 84974810
atau hubungi email kami:
panjalu_nursery@yahoo.co.id
Mangga okyong
Mangga okyong
adalah mangga yang berasal dari thailand, struktuir buahnya empuk dan
hampir tanpa serat dan biji nya sangat tipis, itulah yang menyebabkan
mangga jenis ini banyak di gemari oleh para penikmat mangga .
Perawatan mangga okyong tak jauh beda dengan jernis mangga lain, mangga ini termasuk mudah dalam perawatannya, untuk mencapai buah pertama buah biasa nya membutuhkan waktu kuirang lebih 3 tahun dari waktu penanaman ( bibit dari okulasi ) . Pohon nya mempunyai cabang-cabang yang kuat dan bentuknya gampang di atur.
Seperti jenis lainnya, pohon mangga okyong sangat cocok dengan tanah Indonesia. Walau mudah dibudidayakan, bibit mangga ini terkenal lebih sensitif dan ringkih. Sehingga, butuh ketelitian tersendiri dalam menanam mangga okyong.
Pohon mangga okyong mampu tumbuh maksimal di daerah-daerah dengan ketinggian maksimum 300 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, jenis tanaman buah ini sangat cocok di tanam di berlbagai wilayah Indonesia.
faktor lain yang mempengaruhi budidaya mangga okyong adalah, bibit pohon. Untuk itu,agar memilih bibit yang memiliki tinggi sekitar 50 centimeter hingga 1 meter. "Agar buah yang dihasilkan berkualitas baik.
Selain bibit, yang juga perlu mendapat perhatian, yakni media tempat menanam. Bibit mangga okyong yang berasal dari proses stek, sebaiknya ditanam dalam campuran tanah khusus, yang terdiri dari pasir putih, kapur, tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang.
Seluruh media tanam tersebut lalu dicampur, dengan perbandingan pasir putih dan kapur setengah bagian, tanah dua bagian, kompos satu bagian, dan pupuk kandang satu bagian. Campuran tanah ini hanya bisa bertahan maksimal enam bulan, karena makin lama tingkat keasaman tanah makin tinggi.
supaya campuran tanah itu diperbaharui setiap tiga bulan sekali. Tapi, tidak semua tanah hasil campuran dibuang begitu saja. Sebab, tanah lama bisa dipakai untuk bahan campuran tanah baru. Caranya, dengan meletakkan tanah lama paling bawah.
Untuk menurunkan keasaman tanah, bisa juga dengan melakukan proses penjemuran atau pemberian pupuk organik. Pupuk yang dari proses fermentasi mikroorganisme sampah tersebut akan mampu meningkatkan kualitas tanah. Campuran tanah lama dan baru bakal mempercepat proses penggemburan tanah.
Proses pembibitan mangga okyong, memang lebih sulit dibandingkan dengan mangga jenis lain. Dengan karakter bibit yang lebih sensitif dan ringkih, kesalahan saat pemupukan dapat membuat batang pohon menjadi pendek..
Walau sedikit susah kami bertekad melahirkan bibit mangga ini yang berkualitas. Apalagi, mangga okyong mempunyai rasa yang tak kalah dengan jenis lain yang sudah tenar lebih dulu.
Mangga okyong memiliki struktur yang lunak, tanpa serat, dan biji buah yang sangat tipis. "Rasanya lebih legit dari mangga harum manis,"
Untuk mendapatkan kualitas buah yang baik, pembudidaya mangga okyong juga harus mengetahui karakteristik buah ketika matang. Saat matang, buah mangga okyong akan berwarna hijau kekuning-kuningan dengan kontur yang agak empuk.
Buah mangga okyong yang matang, Hasan mengatakan, idealnya memiliki diameter sekitar 34 centimeter serta berat antara 3-5 ons per biji..
Perawatan mangga okyong tak jauh beda dengan jernis mangga lain, mangga ini termasuk mudah dalam perawatannya, untuk mencapai buah pertama buah biasa nya membutuhkan waktu kuirang lebih 3 tahun dari waktu penanaman ( bibit dari okulasi ) . Pohon nya mempunyai cabang-cabang yang kuat dan bentuknya gampang di atur.
Seperti jenis lainnya, pohon mangga okyong sangat cocok dengan tanah Indonesia. Walau mudah dibudidayakan, bibit mangga ini terkenal lebih sensitif dan ringkih. Sehingga, butuh ketelitian tersendiri dalam menanam mangga okyong.
Pohon mangga okyong mampu tumbuh maksimal di daerah-daerah dengan ketinggian maksimum 300 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, jenis tanaman buah ini sangat cocok di tanam di berlbagai wilayah Indonesia.
faktor lain yang mempengaruhi budidaya mangga okyong adalah, bibit pohon. Untuk itu,agar memilih bibit yang memiliki tinggi sekitar 50 centimeter hingga 1 meter. "Agar buah yang dihasilkan berkualitas baik.
Selain bibit, yang juga perlu mendapat perhatian, yakni media tempat menanam. Bibit mangga okyong yang berasal dari proses stek, sebaiknya ditanam dalam campuran tanah khusus, yang terdiri dari pasir putih, kapur, tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang.
Seluruh media tanam tersebut lalu dicampur, dengan perbandingan pasir putih dan kapur setengah bagian, tanah dua bagian, kompos satu bagian, dan pupuk kandang satu bagian. Campuran tanah ini hanya bisa bertahan maksimal enam bulan, karena makin lama tingkat keasaman tanah makin tinggi.
supaya campuran tanah itu diperbaharui setiap tiga bulan sekali. Tapi, tidak semua tanah hasil campuran dibuang begitu saja. Sebab, tanah lama bisa dipakai untuk bahan campuran tanah baru. Caranya, dengan meletakkan tanah lama paling bawah.
Untuk menurunkan keasaman tanah, bisa juga dengan melakukan proses penjemuran atau pemberian pupuk organik. Pupuk yang dari proses fermentasi mikroorganisme sampah tersebut akan mampu meningkatkan kualitas tanah. Campuran tanah lama dan baru bakal mempercepat proses penggemburan tanah.
Proses pembibitan mangga okyong, memang lebih sulit dibandingkan dengan mangga jenis lain. Dengan karakter bibit yang lebih sensitif dan ringkih, kesalahan saat pemupukan dapat membuat batang pohon menjadi pendek..
Walau sedikit susah kami bertekad melahirkan bibit mangga ini yang berkualitas. Apalagi, mangga okyong mempunyai rasa yang tak kalah dengan jenis lain yang sudah tenar lebih dulu.
Mangga okyong memiliki struktur yang lunak, tanpa serat, dan biji buah yang sangat tipis. "Rasanya lebih legit dari mangga harum manis,"
Untuk mendapatkan kualitas buah yang baik, pembudidaya mangga okyong juga harus mengetahui karakteristik buah ketika matang. Saat matang, buah mangga okyong akan berwarna hijau kekuning-kuningan dengan kontur yang agak empuk.
Buah mangga okyong yang matang, Hasan mengatakan, idealnya memiliki diameter sekitar 34 centimeter serta berat antara 3-5 ons per biji..
Belimbing Bangkok Merah
Memiliki rasa manis dan kadar air hingga 80%, belimbing bangkok merah
disukai konsumen. Dengan budidaya yang mirip belimbing lainnya, pohon
ini membutuhkan pupuk kandang usai panen. Serangan ulat dan genangan air
bisa menjadi ancaman.
Banyak varian buah belimbing (Averrhoa carambola) di Indonesia. Tepatnya ada 19 jenis buah belimbing. Salah satu yang menjadi idola adalah belimbing bangkok merah. Ini jenis belimbing yang berasal dari hasil okulasi, yakni penempelan mata tunas belimbing bangkok merah dan belimbing lokal.
Sugeng Rahayu, pembudidaya belimbing dengan bendera CV Subur Tunas Mandiri, bercerita, bibit belimbing bangkok merah kebanyakan berasal dari Blitar, Jawa Timur. “Awalnya, ia berasal dari hasil okulasi belimbing asli Blitar dengan belimbing malaya dari Malaysia,” ujarnya.
Berbeda dengan belimbing jenis lainnya, belimbing merah lebih disukai konsumen. Selain rasanya yang manis, kadar air belimbing merah yang tinggi yakni mencapai 70% hingga 80% dari daging buah. Belimbing lainnya umumnya hanya memiliki kadar air 50% sampai 60%. "Tekstur dagingnya lebih keras, tak lembek," ujar pria berusia 50 tahun itu.
Secara kasat mata, mudah membedakan belimbing bangkok merah dengan belimbing lain. Memiliki tekstur lebih panjang yakni mencapai 15 cm sampai 20 cm, warna daging belimbing merah juga oranye atau kuning kemerah-merahan. Belimbing kebanyakan warnanya kuning dengan panjang buang maksimal 15 cm. “Keunggulan lain, belimbing bangkok merah bisa tahan tujuh hari sampai 10 hari di suhu kamar,” kata Sugeng. Belimbing madu yang juga banyak disukai konsumen umumnya hanya bertahan dua hari.
Meski memiliki berbagai kelebihan, tapi budidaya belimbing merah tak jauh berbeda dengan belimbing lainnya. Sejak okulasi hingga siap tanam membutuhkan waktu enam bulan. Dari masa tanam hingga berbuah membutuhkan waktu sampai setahun. "Tanaman belimbing dengan tinggi 80 cm biasanya sudah bisa berbuah, tapi belum maksimal karena akarnya belum kuat," ujarnya.
Makanya, banyak petani memilih menunggu sampai tanaman belimbing berusia tiga tahun. Saat itu, tanaman belimbing punya akar yang cukup kuat serta buah yang lebat. "Masa produktivitas buah saat usia delapan tahun sampai 20 tahun," ujarnya. Setelah usia di atas 20 tahun, pohon belimbing tidak produktif lagi.
Puncak produktivitasnya ketika pohon belimbing berusia 10 tahun. Satu pohon bisa menghasilkan 200 kilogram (kg) buah. Bila satu kilogram belimbing merah seharga Rp 10.000, satu pohon belimbing di usia puncak bisa menghasilkan omzet Rp 2 juta. Masa buah pohon belimbing bisa sampai tiga kali panen dalam satu tahun.
Setelah panen usai, petani harus memupuk pohon dengan pupuk kandang agar tetap tanaman tetap tumbuh subur dan berbuah maksimal. "Ranting-ranting kecil harus dipotong agar nutrisi masuk," ujar Robby, pembudidaya lain di Tulung Agung.
Hal yang patut dihindari adalah genangan air yang bisa menyebabkan buah rontok serta serangan ulat. Tanda-tanda datangnya serangan ulat bisa dilihat dari buah belimbing yang banyak bintik-bintik coklat. "Kalau sudah begini, petani harus siap rugi," ujarnya.
Makanya, petani memilih mencegah serangan ulat. Caranya dengan membungkus buah dengan plastik atau kertas koran.
Banyak varian buah belimbing (Averrhoa carambola) di Indonesia. Tepatnya ada 19 jenis buah belimbing. Salah satu yang menjadi idola adalah belimbing bangkok merah. Ini jenis belimbing yang berasal dari hasil okulasi, yakni penempelan mata tunas belimbing bangkok merah dan belimbing lokal.
Sugeng Rahayu, pembudidaya belimbing dengan bendera CV Subur Tunas Mandiri, bercerita, bibit belimbing bangkok merah kebanyakan berasal dari Blitar, Jawa Timur. “Awalnya, ia berasal dari hasil okulasi belimbing asli Blitar dengan belimbing malaya dari Malaysia,” ujarnya.
Berbeda dengan belimbing jenis lainnya, belimbing merah lebih disukai konsumen. Selain rasanya yang manis, kadar air belimbing merah yang tinggi yakni mencapai 70% hingga 80% dari daging buah. Belimbing lainnya umumnya hanya memiliki kadar air 50% sampai 60%. "Tekstur dagingnya lebih keras, tak lembek," ujar pria berusia 50 tahun itu.
Secara kasat mata, mudah membedakan belimbing bangkok merah dengan belimbing lain. Memiliki tekstur lebih panjang yakni mencapai 15 cm sampai 20 cm, warna daging belimbing merah juga oranye atau kuning kemerah-merahan. Belimbing kebanyakan warnanya kuning dengan panjang buang maksimal 15 cm. “Keunggulan lain, belimbing bangkok merah bisa tahan tujuh hari sampai 10 hari di suhu kamar,” kata Sugeng. Belimbing madu yang juga banyak disukai konsumen umumnya hanya bertahan dua hari.
Meski memiliki berbagai kelebihan, tapi budidaya belimbing merah tak jauh berbeda dengan belimbing lainnya. Sejak okulasi hingga siap tanam membutuhkan waktu enam bulan. Dari masa tanam hingga berbuah membutuhkan waktu sampai setahun. "Tanaman belimbing dengan tinggi 80 cm biasanya sudah bisa berbuah, tapi belum maksimal karena akarnya belum kuat," ujarnya.
Makanya, banyak petani memilih menunggu sampai tanaman belimbing berusia tiga tahun. Saat itu, tanaman belimbing punya akar yang cukup kuat serta buah yang lebat. "Masa produktivitas buah saat usia delapan tahun sampai 20 tahun," ujarnya. Setelah usia di atas 20 tahun, pohon belimbing tidak produktif lagi.
Puncak produktivitasnya ketika pohon belimbing berusia 10 tahun. Satu pohon bisa menghasilkan 200 kilogram (kg) buah. Bila satu kilogram belimbing merah seharga Rp 10.000, satu pohon belimbing di usia puncak bisa menghasilkan omzet Rp 2 juta. Masa buah pohon belimbing bisa sampai tiga kali panen dalam satu tahun.
Setelah panen usai, petani harus memupuk pohon dengan pupuk kandang agar tetap tanaman tetap tumbuh subur dan berbuah maksimal. "Ranting-ranting kecil harus dipotong agar nutrisi masuk," ujar Robby, pembudidaya lain di Tulung Agung.
Hal yang patut dihindari adalah genangan air yang bisa menyebabkan buah rontok serta serangan ulat. Tanda-tanda datangnya serangan ulat bisa dilihat dari buah belimbing yang banyak bintik-bintik coklat. "Kalau sudah begini, petani harus siap rugi," ujarnya.
Makanya, petani memilih mencegah serangan ulat. Caranya dengan membungkus buah dengan plastik atau kertas koran.
Durian Chane
Family Bombacaceae
Durian ini berasal dari Thailand. Mampu berbuah pada umur 4-5 tahun dengan menggunakan bibit sambung pucuk atau okulasi. Produksinya banyak. Mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan, tetapi tidak tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh phytophthora sp. Buahnya berbentuk bulat panjang dengan duri besar yang tersusun jarang. Beratnya mencapai 4 kg dengan warna kulit hijau. Dagingnya tebal dengan warna kuning keemasan. Rasanya manis, bertekstur lembut, dan beraroma harum sedang.
Durian ini berasal dari Thailand. Mampu berbuah pada umur 4-5 tahun dengan menggunakan bibit sambung pucuk atau okulasi. Produksinya banyak. Mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan, tetapi tidak tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh phytophthora sp. Buahnya berbentuk bulat panjang dengan duri besar yang tersusun jarang. Beratnya mencapai 4 kg dengan warna kulit hijau. Dagingnya tebal dengan warna kuning keemasan. Rasanya manis, bertekstur lembut, dan beraroma harum sedang.
Durian Petruk
Family Bombacaceae
Durian ini berasal dari Randusari, Jepara, Jawa Tengah, dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat telur terbalik dengan kulit buah tipis (sekitar 3 mm) berwarna hijau kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya manis sekali. Namun, aromanya tidak begitu tajam dan menyengat. Jumlah pongge per buah antara 5-10 dengan biji sempurna 5-10. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Berat rata-rata buah antara 1-1,5 kg. Produksi buah berkisar dari 50-150 buah/ pohon/tahun. Durian ini relatif tahan penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
Durian ini berasal dari Randusari, Jepara, Jawa Tengah, dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat telur terbalik dengan kulit buah tipis (sekitar 3 mm) berwarna hijau kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya manis sekali. Namun, aromanya tidak begitu tajam dan menyengat. Jumlah pongge per buah antara 5-10 dengan biji sempurna 5-10. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Berat rata-rata buah antara 1-1,5 kg. Produksi buah berkisar dari 50-150 buah/ pohon/tahun. Durian ini relatif tahan penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
Jambu Air Kingrose
Jambu air ini ditemukan oleh peneliti ahli tanaman buah buah di Taman
Buah Mekarsari. Jambu ini sedikit air namun segar, berbiji kecil
(bahkan tak menutup kemungkinan tak berbiji) dan manis. Pohon jambu
kingrose mampu memperlihatkan hasil yang memuaskan. Berat jambu kingrose
biasanya lebih ketimbang jambu air biasa yakni antara 200 hingga 300
gram.
Untuk jambu air, ketinggian tempat yang dikehendaki agar bisa tumbuh baik ialah dataran rendah dan dataran tinggi sampai 1.000 m di atas permukaan laut.
Untuk jambu air, ketinggian tempat yang dikehendaki agar bisa tumbuh baik ialah dataran rendah dan dataran tinggi sampai 1.000 m di atas permukaan laut.
Jambu Air Citra
Jambu air ini ditemukan oleh seorang pakar ahli tanaman buah di
daerah Anyer, Banten. Jambu ini begitu fenomenal besar, sedikit air
namun segar, berbiji kecil (bahkan tak menutup kemungkinan tak berbiji)
dan manis. Dan yang lebih mencengangkan lagi, dipasaran harganya cukup
tinggi di atas lima puluh ribu per kilo nya. Pohon jambu citra mampu
memperlihatkan hasil yang memuaskan. Berat jambu Citra biasanya lebih
ketimbang jambu air biasa yakni antara 200 hingga 300 gram.
Untuk jambu air, ketinggian tempat yang dikehendaki agar bisa tumbuh baik ialah dataran rendah dan dataran tinggi sampai 1.000 m di atas permukaan laut.
Untuk jambu air, ketinggian tempat yang dikehendaki agar bisa tumbuh baik ialah dataran rendah dan dataran tinggi sampai 1.000 m di atas permukaan laut.
Lengkeng Aroma Durian
Lengkeng ini bersal dari Bangkok. Buah lengkeng berbentuk bulat dengan
ukuran kurang lebih sebesar kelereng. Buah ini bergerombol pada
malainya. Kulit buahnya berwarna cokelat muda dan sedikit ada garis
membelah lengkeng dengan permukaan agak berbintil-bintil. Daging buahnya
berwarna putih bening dan berair bahkan ada jenis tertentu lapisan
dagingnya berlapis tiga. Rasanya sangat manis dengan aroma harum yang
khas. Bijinya berbentuk bulat, terdiri dari dua keping, dan dilapisi
kulit biji yang berwarna hitam. Daging bijinya sendiri berwarna putih,
mengandung karbohidrat, sedikit minyak, dan saponin.
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.
Lengkeng Puang Ray
Dimocarpus longan Puang Ray. Longan/Dragon
Eyes (Eng.). Berasal dari Thailand dan adaptif dataran rendah. Jumlah
buah lebih lebat daripada 'Pingpong', berdaging tebal, dan berbiji
kecil. Daging buah tidak berair seperti varietas 'Diamond River'. Satu
lagi kelebihan 'Puang Rai’ pada umur setahun pascasambung sudah dapat
berbuah. Sifat genjah itu didukung dengan frekuensi berbuah yang tinggi meski tanpa perlakuan khusus
Cempedak
Cempedak adalah tanaman buah-buahan dari famili Moraceae. Bentuk buah, rasa dan keharumannya seperti nangka, meski aromanya kerap kali menusuk kuat mirip buah durian.
Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, dan menyebar luas mulai dari wilayah Tenasserim di Burma, Semenanjung Malaya termasuk Thailand, dan sebagian Kepulauan Nusantara: Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Juga banyak didapati di Jawa bagian barat.[1]
Dikenal secara luas sebagai cempedak atau campedak, buah ini juga memiliki beberapa nama lokal seperti bangkong (cempedak hutan, bentuk liar di Malaysia)[2], baroh (Kep. Lingga dan Johor), nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), tiwadak (Banjar) dan lain-lain.
Pohon yang selalu hijau, sedang besarnya, tingginya dapat mencapai 20 m meski kebanyakan hanya belasan meter. Ranting-ranting dan pucuk dengan rambut halus dan kaku, kecoklatan. Berumah satu (monoecious).[1]
Daun tipis agak kaku seperti kulit, bertangkai, bulat telur terbalik sampai jorong, 2,5-5 × 5-25 cm, bertepi rata (integer, utuh), dengan pangkal berbentuk pasak sampai membulat, dan ujung meruncing (acuminate). Tangkai daun 1-3 cm. Daun penumpu bulat telur memanjang, meruncing, berambut kawat, mudah rontok dan meninggalkan bekas berupa cincin pada ranting.[1]
Perbungaan sendiri-sendiri, muncul di ketiak daun, pada cabang besar atau pada batang utama (cauliflory), pada pucuk pendek khusus yang berdaun. Karangan bunga jantan berbentuk bongkol seperti gada atau gelendong, 1 × 3-5,5 cm, hijau pucat atau kekuningan, bertangkai 3-6 cm. Bongkol bunga betina berbentuk gada memanjang, dengan bunga-bunga yang tertancap sedalam 1,5 mm dalam poros bongkol dan bagian bebas sekitar 3 mm.[1]
Buah semu majemuk (syncarp) berbentuk silinder sampai bulat, 10-15 × 20-35 cm, kehijauan, kekuningan sampai kecoklatan, dengan tonjolan piramidal serupa duri lunak yang rapat atau licin berpetak-petak dengan mata faset. 'Daging buah' sesungguhnya adalah perhiasan bunga yang membesar dan menebal, putih kekuningan sampai jingga, manis dan harum, bertekstur lembut, licin berlendir di lidah dan agak berserat. Tidak seperti nangka, keseluruhan massa daging buah beserta bunga-bunga steril atau gagal (dikenal sebagai 'dami') mudah lepas dari poros ('hati') buah semu apabila masak. Biji bulat gepeng atau memanjang, 2-3 cm.[1]
Kayunya berkualitas baik, kuat dan awet, sehingga kerap digunakan sebagai kayu bangunan, bahan perabotan rumah, atau bahan perahu. Kulit kayunya yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali, dan getahnya untuk memukat burung. Dari kayunya juga dapat dihasilkan bahan pewarna kuning.[1]
Di Kalimantan, cempedak atau bahasa Banjarnya tiwadak, selain dikonsumsi daging buah dan bijinya, kulitnya pun dapat diolah menjadi makanan yang dinamakan mandai atau ada juga yang menyebutnya dami. Mandai dibuat dengan cara mengupas kulit buah sampai terlihat putih kemudian direndam dengan air garam untuk mengawetkan dan melunakkan teksturnya. Rendaman dapat dilakukan selama beberapa jam bahkan hingga sebulan. Mandai biasanya dikonsumsi dengan menggorengnya hingga kecoklatan.
Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, dan menyebar luas mulai dari wilayah Tenasserim di Burma, Semenanjung Malaya termasuk Thailand, dan sebagian Kepulauan Nusantara: Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Juga banyak didapati di Jawa bagian barat.[1]
Dikenal secara luas sebagai cempedak atau campedak, buah ini juga memiliki beberapa nama lokal seperti bangkong (cempedak hutan, bentuk liar di Malaysia)[2], baroh (Kep. Lingga dan Johor), nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), tiwadak (Banjar) dan lain-lain.
Pohon yang selalu hijau, sedang besarnya, tingginya dapat mencapai 20 m meski kebanyakan hanya belasan meter. Ranting-ranting dan pucuk dengan rambut halus dan kaku, kecoklatan. Berumah satu (monoecious).[1]
Daun tipis agak kaku seperti kulit, bertangkai, bulat telur terbalik sampai jorong, 2,5-5 × 5-25 cm, bertepi rata (integer, utuh), dengan pangkal berbentuk pasak sampai membulat, dan ujung meruncing (acuminate). Tangkai daun 1-3 cm. Daun penumpu bulat telur memanjang, meruncing, berambut kawat, mudah rontok dan meninggalkan bekas berupa cincin pada ranting.[1]
Perbungaan sendiri-sendiri, muncul di ketiak daun, pada cabang besar atau pada batang utama (cauliflory), pada pucuk pendek khusus yang berdaun. Karangan bunga jantan berbentuk bongkol seperti gada atau gelendong, 1 × 3-5,5 cm, hijau pucat atau kekuningan, bertangkai 3-6 cm. Bongkol bunga betina berbentuk gada memanjang, dengan bunga-bunga yang tertancap sedalam 1,5 mm dalam poros bongkol dan bagian bebas sekitar 3 mm.[1]
Buah semu majemuk (syncarp) berbentuk silinder sampai bulat, 10-15 × 20-35 cm, kehijauan, kekuningan sampai kecoklatan, dengan tonjolan piramidal serupa duri lunak yang rapat atau licin berpetak-petak dengan mata faset. 'Daging buah' sesungguhnya adalah perhiasan bunga yang membesar dan menebal, putih kekuningan sampai jingga, manis dan harum, bertekstur lembut, licin berlendir di lidah dan agak berserat. Tidak seperti nangka, keseluruhan massa daging buah beserta bunga-bunga steril atau gagal (dikenal sebagai 'dami') mudah lepas dari poros ('hati') buah semu apabila masak. Biji bulat gepeng atau memanjang, 2-3 cm.[1]
Hasil dan kegunaan
Buah dimakan dalam keadaan segar atau diolah terlebih dulu. Daging buah cempedak, kadang-kadang beserta bijinya sekali, diberi tepung, gula atau garam dan digoreng, dijadikan camilan minum teh atau kopi. Bijinya dapat digoreng, direbus atau dibakar, sebelum dimakan dengan campuran sedikit garam. Buah mudanya, sebagaimana nangka muda, dapat dijadikan sayur.[1]Kayunya berkualitas baik, kuat dan awet, sehingga kerap digunakan sebagai kayu bangunan, bahan perabotan rumah, atau bahan perahu. Kulit kayunya yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali, dan getahnya untuk memukat burung. Dari kayunya juga dapat dihasilkan bahan pewarna kuning.[1]
Di Kalimantan, cempedak atau bahasa Banjarnya tiwadak, selain dikonsumsi daging buah dan bijinya, kulitnya pun dapat diolah menjadi makanan yang dinamakan mandai atau ada juga yang menyebutnya dami. Mandai dibuat dengan cara mengupas kulit buah sampai terlihat putih kemudian direndam dengan air garam untuk mengawetkan dan melunakkan teksturnya. Rendaman dapat dilakukan selama beberapa jam bahkan hingga sebulan. Mandai biasanya dikonsumsi dengan menggorengnya hingga kecoklatan.
Label:
Buah
Lengkeng Itoh
| Tanaman lengkeng (Dimocarpus longan) berasal dari daerah subtropis di Cina bagian selatan. Di negara asalnya lengkeng dikenal dengan sebutan long yen atau likeng. |
Sentra utama terdapat di propinsi Guangdong, Guangxi, Sze-chuen dan
Fujien. Tanaman ini kemudian menyebar ke negara – negara Indochina
seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam dan Taiwan. Di Indonesia,
lengkeng lebih cocok tumbuh di dataran tinggi yang iklimnya mendekati
subtropis, seperti di negara asalnya.
Saat
ini telah terdapat varietas lengkeng yang dapat beradaptasi di dataran
rendah tropis dengan ketinggian tempat 50 – 600 meter di atas permukaan
laut (dpl) dan memiliki iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari
empat bulan. Hal ini mengakibatkan saat ini daerah – daerah pada
dataran rendah di Indonesia dapat turut serta menanam lengkeng yang
adaptif dataran rendah.
(Sumber: Berkebun Lengkeng Dataran Rendah; Penulis Tim Taman Buah Mekarsari)
Taman Wisata Mekarsari (TWM) berada pada ketinggian <100 meter dpl. TWM memiliki koleksi varietas lengkeng dataran tinggi maupun dataran rendah, namun yang mampu berbuah secara alami hanya varietas lengkeng dataran rendah, antara lain Diamond River, Pingpong, Sugiri, Aroma Durian, Kristal, dan Kaisar. Ada pula varietas lengkeng Itoh yang merupakan varietas lengkeng pada dataran menengah, sehingga agak sulit untuk berbuah secara alami pada dataran rendah. Lokasi penanaman lengkeng di TWM tersebar di beberapa blok kebun, seperti Diamond River pada blok A dan E; Pingpong pada blok A; Sugiri pada blok A, D dan E; Aroma Durian pada blok E; Kristal pada Blok E; dan Kaisar pada Kebun Induk; serta beberapa varietas lainnya yang masih dalam tahap observasi di Kebun Induk TWM.
(Sumber: Berkebun Lengkeng Dataran Rendah; Penulis Tim Taman Buah Mekarsari)
Taman Wisata Mekarsari (TWM) berada pada ketinggian <100 meter dpl. TWM memiliki koleksi varietas lengkeng dataran tinggi maupun dataran rendah, namun yang mampu berbuah secara alami hanya varietas lengkeng dataran rendah, antara lain Diamond River, Pingpong, Sugiri, Aroma Durian, Kristal, dan Kaisar. Ada pula varietas lengkeng Itoh yang merupakan varietas lengkeng pada dataran menengah, sehingga agak sulit untuk berbuah secara alami pada dataran rendah. Lokasi penanaman lengkeng di TWM tersebar di beberapa blok kebun, seperti Diamond River pada blok A dan E; Pingpong pada blok A; Sugiri pada blok A, D dan E; Aroma Durian pada blok E; Kristal pada Blok E; dan Kaisar pada Kebun Induk; serta beberapa varietas lainnya yang masih dalam tahap observasi di Kebun Induk TWM.
Sifat dan Karakter 3 Varietas Lengkeng Dataran Rendah
|
Penentuan Saat Panen
Lengkeng
termasuk buah non-klimakterik , dimana setelah dipanen respirasi dan
produksi etilen buah mengalami penurunan dan tidak mengalami proses
pematangan jika buah telah dipanen. Penentuan saat panen lengkeng dapat
diukur dari ukuran buah, warna kulit, kandungan TPT, total asam, rasio
TPT:TA, rasa buah, dan umur buah (setelah bunga mekar). Diantara
beberapa faktor tersebut penentuan saat panen buah berdasarkan warna
kulit buah, rasa buah dan umur buah adalah yang umum dilakukan.
Tabel Penentuan saat panen buah
| No | Indikator | Varietas Lokal | Varietas Introduksi |
| 1 | Warna kulit buah | Coklat-coklat tua | Kuning kecoklatan-coklat cerah |
| 2 | Rasa buah | Manis (brix minimal 14) | Manis (brix minimal 18) |
| 3 | Umur buah | 6 bulan | 4-6 bulan (tergantung varietas) |
(Sumber: http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/202.html, Diunduh pada 22 Maret 2012)
Kandungan Nutrisi Lengkeng
Buah
lengkeng kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi lainnya. Vitamin yang
terkandung dalam buah langkeng antara lain; Vitamin B1, B2, B3 dan
vitamin C. mineral yang dikandung adalah besi, magnesium, kalium dan
tembaga. Selain itu lengkeng juga mengandung serat dan protein dalam
jumlah yang cukup.
(Sumber: (1) http://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/longan.html, Diunduh pada 22 Maret 2012; (2) http://www.home-remedies-for-you.com/herbs/longan.html, Diunduh pada 22 Maret 2012)
Beberapa Manfaat Lengkeng Bagi Tubuh - Lengkeng membantu meningkatkan kerja sistem kardiovaskular pada jantung.
- Lengkeng kaya akan kandungan Kalium, zat yang mampu menjaga tekanan darah pada tubuh.
- Konsumsi lengkeng juga dapat membantu atasi anemia, karena lengkeng mengandung zat besi yang mudah terserap tubuh.
- Lengkeng mangandung Asam Fenolik, zat asam yang juga bekerja sebagai antioksidan bagi tubuh.
- Lengkeng juga membantu menghambat proses penuaan dan meningkatkan kekenyalan kulit, terutama pada daerah sekitar mata.
Lengkeng Diamond River
Karena memang asli lengkeng dataran rendah maka diamond river mudah
berbuah di Indonesia. Sifat unggul diamond river terletak pada sosok
tanamannya . Percabangan banyak dan produktivitas tinggi. Ia juga
berbuah sepanjang tahun. Verietas ini berdaun hijau cerah, panjang 10
cm, lebar 3-4 cm dan tepinya bergelombang. Cabang mudah terbelah.
Tajuknya kompak dan sosoknya cenderung melebar ke samping daripada ke
atas. Sangat cocok dijadikan tanaman peneduh. Pertumbuhan Diamond River
sangat cepat setelah berumur 1 tahun. Daging buahnya agak tipis,
berbiji kecil, beraroma dan berair saat dikupas. Lengkeng jenis ini
bisa berbuah pada umur 8-12 bulan untuk lengkeng vegetatif, dan 2 – 3
tahun untuk lengkeng generatif. Diamond rever termasuk jenis yang mudah
berbuah, walaupun tanpa perlakuan khusus dan sangat produktif ( tanaman
berusia 3 tahun dapat berbuah 80-100 kg permusim panen )
Konon kabarnya Lengkeng ini berasal dari negeri gajah putih ( Thailand ). Akan tetapi di Indonesia lengkeng ini bisa berbuah lebat, rasanya manis.
Cara Tanam dan Perawatan
Penyiapan lahan
Konon kabarnya Lengkeng ini berasal dari negeri gajah putih ( Thailand ). Akan tetapi di Indonesia lengkeng ini bisa berbuah lebat, rasanya manis.
Cara Tanam dan Perawatan
Penyiapan lahan
- Teknik penanaman dengan bedengan, bisa mengatasi beceknya buah.
- Di dalam bedengan tersebut dibuat lubang 60 x 60 x 60 cm s/d 80 x 80 x 80 cm. Lubang diangin-anginkan selama 1 minggu ( bila drainase baik ) dan apabila drainase kurang baik 2-3 minggu.
- Disiapkan media yang terdiri dari tanah gembur; pupuk kandang yang cukup masak dan pasir dengan perbandingan 1: 1 : 1
- Bibit ditanam dalam pot terlebih dahulu sampai dengan umur 1 tahun baru kemudian dipindah ke lapangan. Cara pananaman bibit sebelum di lapangan, polybag bibit digores dengan silet tajam, keluarkan bibit dan tanahmya,
- Isilah pot dengan media yang telah diapkan sama dengan media di lapangan, kurang lebih 2/3 dari tinggi pot. Letakkan bibit di atas media tersebut, kemudian timbun dengan media sampai hampir setinggi pot ( jangan terlalu penuh ). Perhatikan agar sambungan bibit tidak tertutup tanah.
- Setelah berumur kurang lebih satu tahun, pindahkan tanaman tersebut ke lapangan, yaitu pada lobang-lobang tanam yang telah disiapkan.
- Lobang tanam diisi media sampai rata dengan permukaan tanah, kemudian dibuat lobang sebesar pot.
- Letakkan pot yang berisi tanaman lengkeng pada lobang tanam tersebut, kemudian pecahkan pot agar akar tanaman dapat berkembang leluasa.
- Timbun dengan media sampai terjadi gundukan setinggi kurang lebih 25 cm dari permukaan tanah.
- Pemupukan tepat waktu dan tepat unsur hara bisa mengatasi beceknya buah
- Setiap 2 bulan sekali tanaman dipupuk dengan 2 kg pupuk kandang
Setiap minggu diberikan pupuk daun dengan dosis 5 g/L, bersamaan dengan pupuk daun berikan pula insektisida dan fungisida 1-2 ml/L atau sesuai dosis yang tertera dalam kemasan - Untuk pupuk daun digunakan CHAMPION yang berbeda antara fase pertumbuhan vegetatif dan generatif. Untuk pertumbuhan vegetatif NPK berimbang, sedangkan untuk pertumbuhan generatif P dan K tinggi.
- Pada umur 1-1,5 tahun dipupuk Instant Blue.
- Instant red digunakan pada tahap pembungaan
- Diamond river sangat sensitif terhadap overdosis pupuk.
- Tanaman disiram 2 hari sekali
- Pengeringan selama 2 minggu dapat menyebabkan pembungaan pada tahap dewasa.
- Banyak atau sedikitnya buah bergantung pada jumlah percabangan.
- Percabangan yang optimal dapat dibentuk melalui pemangkasan tanaman.
- Pemangkasan pertama dilakukan 2 bulan setelah bibit ditanam
- Pemangkasan mengikuti pola 1, 3, 9, 27 dst.
- Tanda tanaman siap dipangkas yaitu batang berwarna kecoklatan
- Batang dipangkas 5-10 cm dari ujung pucuk, 2 cm di atas ruas batang terdekat
- Tinggi tanaman dipertahankan 2,5-3 M untuk memudahkan perawatan dan pemanenan
- Tunas air dibuang, karena tanaman yang rimbun menyebabkan tingginya kelembaban sehingga mengundang hama.
- Diamond river mudah berbuah tanpa perlakuan khusus
- Pada tanaman muda, jika tidak mengganggu perkembangan vegetatif tanaman, bunga yang muncul dipelihara. Namun jika sebaliknya bunga digugurkan saja
- Agar bunga muncul serempak, 2 minggu setelah pemupukan terakhir semprotkan Nutrifarm atau Novelgro ke seluruh tajuk ( 1/4 cc / L ) sebagai perekat gunakan APSA. Saat buah seukuran pentol korek, semprotkan pupuk daun.
- Cabang lengkeng sangat mudah patah sehingga harus dibuatkan penyangga. Penyangga dibuat pada saat tanaman berumur setahun, dan diperbaiki pada umur 2 tahun.
- Untuk tanaman berumur 1 tahun, dipasang 4 tonggak setinggi 2 m di sekeliling tanaman dengan jarak 80-100 cm dari batang. Pasang galang pada tonggak sebanyak 2 susun
- Penyangga permanen dibuat pada umur 2 – 2,5 tahun : tinggi 4-5 m sebanyak 6-9 tonggak. Pasang galang 3 susun pada ketinggian 60, 90, 120 cm.
Alpukat
Alpukat sangat pas dijadikan campuran es
buah. Apalagi, buah ini mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni sebagai
pengencang kulit. Dengan keunggulan cepat berbuah, potensi budidaya
alpukat mentega miki cukup menggiurkan.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki bermacam jenis buah-buahan. Alpukat, misalnya. Buah ini cukup punya nama, baik di dalam maupun luar negeri, baik sebagai bahan baku minuman segar maupun produk kosmetik.
Walau memiliki kadar asam lemak jenuh rendah, alpukat sejatinya mempunyai kadar lemak dan kalori tinggi. Buah ini juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, E, dan D. Kandungan paling banyak yang terdapat di buah adalah vitamin A.
Banyak varian alpukat di Indonesia. Varietas terbaru: alpukat mentega miki. Dinamakan alpukat mentega karena warna dagingnya kuning seperti mentega. Bentuknya juga sedikit berbeda dengan alpukat umumnya. Lebih bulat hampir menyerupai bola, beda dengan alpukat biasa yang lonjong.
Dibandingkan dengan alpukat biasa, jenis mentega miki memiliki keunggulan. Yakni, bisa berbuah di usia muda, 3 hingga 4 tahun. Tanaman alpukat biasa butuh waktu sampai 10 tahun untuk berbuah.
Alpukat mentega miki juga tidak disukai hama ulat lantaran memiliki kandungan enzim yang mematikan bagi binatang ini. Selain itu, daging buahnya juga tebal dan tidak berserat.
Yunus Junaedi, pembudidaya alpukat mentega miki di Depok, Jawa Barat, mengatakan, keunggulan lain, pembudidaya alpukat mentega miki masih jarang. "Baik bisnis buah maupun bibitnya masih bagus," katanya. Saat pertama kali menjalankan usaha ini awal 2009, ia bisa menjual hingga 10.000 bibit alpukat mentega miki per tahun.
Setelah setahun, permintaan melonjak mencapai sekitar 20.000 pohon. Dengan harga jual Rp 50.000 per bibit, Yunus bisa mendapatkan omzet sebanyak Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per bulan. "Target kami tahun ini bisa menjual hingga 30.000 bibit," tegasnya.
Tak hanya perseorangan saja yang membeli bibit dari Yunus, namun juga pengusaha maupun pemerintah daerah. Yunus memasarkan bibit alpukat mentega mikinya hingga ke Pulau Sumatra dan Sulawesi.
Nur Supriyanto, pembudidaya alpukat mentega miki di Salatiga, Jawa Tengah, menjelaskan, alpukat jenis ini banyak dicari karena dagingnya lebih tebal dan cepat tumbuh. "Umur bibit tiga bulan sudah bisa dijual," ujar dia.
Nur melego bibit alpukat mentega miki dengan harga Rp 40.000 per bibit. Dari penjualan itu, ia berhasil memperoleh omzet hingga Rp 35 juta tiap bulan. Menurutnya, alpukat jenis ini bisa menghasilkan buah yang banyak. Sebulan, satu pohon bisa memproduksi 100 hingga 500 buah.
Selain bibit, Nur juga menjual buah dalam paket grade super 1 kilogram (kg) berisi dua-tiga buah seharga Rp 8.000 per kg. Grade campur isi empat-lima biji per kg seharga Rp 6.000 dan grade kecil dengan Rp 4.000 per kg. Selain dipasarkan ke Jakarta, Nur menjual bibit dan buah alpukat ke Pekanbaru, Medan hingga Pontianak. "Saya yakin ke depan bisnis ini masih menjanjikan," kata dia optimistis. Sebab, komoditas hortikultura Indonesia tersebut juga banyak peminat di negara lain.
Oleh karena itu, tahun ini, Nur mulai mencari peluang untuk dapat memasarkan alpukat mentega miki hasil budidayanya ke mancanegara. Sebagai langkah awal, ia berencana membidik pasar di benua Asia dulu, seperti Jepang dan China. Untuk bisa tumbuh secara maksimal, alpukat mentega miki sebaiknya ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Saat berumur muda, tanaman harus dipupuk dengan dedaunan.
Umur tanam hingga berbuah yang pendek, menjadikan alpukat mentega miki banyak diincar oleh pembudidaya. Untuk berbuah, alpukat jenis ini hanya membutuhkan waktu tanam sekitar tiga-empat tahun, bandingkan dengan alpukat biasa yang memerlukan 10 tahun. Keunggulan lain, seperti tahan terhadap serangan ulat dan daging buah yang tebal tanpa serat membuat alpukat mentega miki makin menarik.
Alpukat mentega miki dapat tumbuh di dataran rendah. Agar bisa tumbuh dengan baik, daerah tanam sebaiknya memiliki suhu antara 15 hingga 30 derajat Celcius dengan curah hujan 5 sampai 6 bulan basah. Hanya saja, lokasi paling bagus, ya di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut.
Alpukat mentega miki juga bisa tumbuh di daerah tropis maupun subtropis, termasuk di tanah remah atau lempung berpasir. Dengan kondisi itu, alpukat mentega miki tidak membutuhkan intensitas cahaya tertentu. "Ini yang membuat budidaya alpukat mentega miki lebih mudah," ujar Nur Supriyanto, pembudidaya alpukat mentega miki di Salatiga, Jawa Tengah.
Untuk mendapatkan
bibit alpukat mentega miki, dapat dengan cara okulasi. Ini merupakan
cara terbaik untuk memperoleh bibit dengan sifat induk yang tidak
berubah.
Yunus Junaedi, pembudidaya alpukat mentega miki di Depok, Jawa Barat menjelaskan, proses okulasi atau sambung pucuk dengan menyambung alpukat mentega miki ke tunas dari biji jenis alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat tunas berusia dua bulan atau tinggi sekitar 60 cm. "Selain menanam sendiri, tunas jenis lain bisa mudah didapatkan dengan membeli," kata Yunus.
Bunga alpukat mentega miki tumbuh pada ujung ranting dengan bentuk malai berjenis kelamin dua. Biasanya terjadi di bulan April-Agustus dan Oktober-November. Sedangkan, penyerbukan banyak terjadi dengan bantuan lebah. "Alpukat berbuah dari bulan Desember- Februari dan Mei-Juli," ujar Nur.
Saat berumur muda, tanaman alpukat mentega miki sebaiknya dipupuk dengan daun-daunan yang berguguran. Soalnya, saat masih muda, tanaman alpukat jenis ini lebih banyak memerlukan fosfat dan kalium. Kalau sudah tua, lebih memerlukan nitrogen dan kalium.
Pohon alpukat rentan terhadap hama dan penyakit termasuk ulat yang menggerogoti daun sampai ludes. Namun, setelah itu, pohon akan berbunga. Selain ulat, hama lain yang menyerang pohon alpukat adalah, helopeltis yang menghisap pucuk daun hingga kering. Tetapi, "Pohon alpukat mentega miki memiliki keunggulan karena lebih tahan hama penyakit," ujar Yunus.
Alpukat mentega miki tahan terhadap hama lantaran memiliki enzim anti-hama. Karena itu, pohon alpukat mentega miki bisa juga ditanam di pekarangan rumah.
Yunus menyarankan, agar tidak bonyok sewaktu proses pengiriman ke pasar tradisional, sebaiknya alpukat di-packing dengan menggunakan peti kayu yang didalamnya dilapisi karton.
Tiap peti berisi 50-80 kg. Sementara, untuk pengiriman ke pasar swalayan, dikemas dengan menggunakan kardus dan ditata sehingga tidak saling tumpang tindih.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki bermacam jenis buah-buahan. Alpukat, misalnya. Buah ini cukup punya nama, baik di dalam maupun luar negeri, baik sebagai bahan baku minuman segar maupun produk kosmetik.
Walau memiliki kadar asam lemak jenuh rendah, alpukat sejatinya mempunyai kadar lemak dan kalori tinggi. Buah ini juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, E, dan D. Kandungan paling banyak yang terdapat di buah adalah vitamin A.
Banyak varian alpukat di Indonesia. Varietas terbaru: alpukat mentega miki. Dinamakan alpukat mentega karena warna dagingnya kuning seperti mentega. Bentuknya juga sedikit berbeda dengan alpukat umumnya. Lebih bulat hampir menyerupai bola, beda dengan alpukat biasa yang lonjong.
Dibandingkan dengan alpukat biasa, jenis mentega miki memiliki keunggulan. Yakni, bisa berbuah di usia muda, 3 hingga 4 tahun. Tanaman alpukat biasa butuh waktu sampai 10 tahun untuk berbuah.
Alpukat mentega miki juga tidak disukai hama ulat lantaran memiliki kandungan enzim yang mematikan bagi binatang ini. Selain itu, daging buahnya juga tebal dan tidak berserat.
Yunus Junaedi, pembudidaya alpukat mentega miki di Depok, Jawa Barat, mengatakan, keunggulan lain, pembudidaya alpukat mentega miki masih jarang. "Baik bisnis buah maupun bibitnya masih bagus," katanya. Saat pertama kali menjalankan usaha ini awal 2009, ia bisa menjual hingga 10.000 bibit alpukat mentega miki per tahun.
Setelah setahun, permintaan melonjak mencapai sekitar 20.000 pohon. Dengan harga jual Rp 50.000 per bibit, Yunus bisa mendapatkan omzet sebanyak Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per bulan. "Target kami tahun ini bisa menjual hingga 30.000 bibit," tegasnya.
Tak hanya perseorangan saja yang membeli bibit dari Yunus, namun juga pengusaha maupun pemerintah daerah. Yunus memasarkan bibit alpukat mentega mikinya hingga ke Pulau Sumatra dan Sulawesi.
Nur Supriyanto, pembudidaya alpukat mentega miki di Salatiga, Jawa Tengah, menjelaskan, alpukat jenis ini banyak dicari karena dagingnya lebih tebal dan cepat tumbuh. "Umur bibit tiga bulan sudah bisa dijual," ujar dia.
Nur melego bibit alpukat mentega miki dengan harga Rp 40.000 per bibit. Dari penjualan itu, ia berhasil memperoleh omzet hingga Rp 35 juta tiap bulan. Menurutnya, alpukat jenis ini bisa menghasilkan buah yang banyak. Sebulan, satu pohon bisa memproduksi 100 hingga 500 buah.
Selain bibit, Nur juga menjual buah dalam paket grade super 1 kilogram (kg) berisi dua-tiga buah seharga Rp 8.000 per kg. Grade campur isi empat-lima biji per kg seharga Rp 6.000 dan grade kecil dengan Rp 4.000 per kg. Selain dipasarkan ke Jakarta, Nur menjual bibit dan buah alpukat ke Pekanbaru, Medan hingga Pontianak. "Saya yakin ke depan bisnis ini masih menjanjikan," kata dia optimistis. Sebab, komoditas hortikultura Indonesia tersebut juga banyak peminat di negara lain.
Oleh karena itu, tahun ini, Nur mulai mencari peluang untuk dapat memasarkan alpukat mentega miki hasil budidayanya ke mancanegara. Sebagai langkah awal, ia berencana membidik pasar di benua Asia dulu, seperti Jepang dan China. Untuk bisa tumbuh secara maksimal, alpukat mentega miki sebaiknya ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Saat berumur muda, tanaman harus dipupuk dengan dedaunan.
Umur tanam hingga berbuah yang pendek, menjadikan alpukat mentega miki banyak diincar oleh pembudidaya. Untuk berbuah, alpukat jenis ini hanya membutuhkan waktu tanam sekitar tiga-empat tahun, bandingkan dengan alpukat biasa yang memerlukan 10 tahun. Keunggulan lain, seperti tahan terhadap serangan ulat dan daging buah yang tebal tanpa serat membuat alpukat mentega miki makin menarik.
Alpukat mentega miki dapat tumbuh di dataran rendah. Agar bisa tumbuh dengan baik, daerah tanam sebaiknya memiliki suhu antara 15 hingga 30 derajat Celcius dengan curah hujan 5 sampai 6 bulan basah. Hanya saja, lokasi paling bagus, ya di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut.
Alpukat mentega miki juga bisa tumbuh di daerah tropis maupun subtropis, termasuk di tanah remah atau lempung berpasir. Dengan kondisi itu, alpukat mentega miki tidak membutuhkan intensitas cahaya tertentu. "Ini yang membuat budidaya alpukat mentega miki lebih mudah," ujar Nur Supriyanto, pembudidaya alpukat mentega miki di Salatiga, Jawa Tengah.
Yunus Junaedi, pembudidaya alpukat mentega miki di Depok, Jawa Barat menjelaskan, proses okulasi atau sambung pucuk dengan menyambung alpukat mentega miki ke tunas dari biji jenis alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat tunas berusia dua bulan atau tinggi sekitar 60 cm. "Selain menanam sendiri, tunas jenis lain bisa mudah didapatkan dengan membeli," kata Yunus.
Bunga alpukat mentega miki tumbuh pada ujung ranting dengan bentuk malai berjenis kelamin dua. Biasanya terjadi di bulan April-Agustus dan Oktober-November. Sedangkan, penyerbukan banyak terjadi dengan bantuan lebah. "Alpukat berbuah dari bulan Desember- Februari dan Mei-Juli," ujar Nur.
Saat berumur muda, tanaman alpukat mentega miki sebaiknya dipupuk dengan daun-daunan yang berguguran. Soalnya, saat masih muda, tanaman alpukat jenis ini lebih banyak memerlukan fosfat dan kalium. Kalau sudah tua, lebih memerlukan nitrogen dan kalium.
Pohon alpukat rentan terhadap hama dan penyakit termasuk ulat yang menggerogoti daun sampai ludes. Namun, setelah itu, pohon akan berbunga. Selain ulat, hama lain yang menyerang pohon alpukat adalah, helopeltis yang menghisap pucuk daun hingga kering. Tetapi, "Pohon alpukat mentega miki memiliki keunggulan karena lebih tahan hama penyakit," ujar Yunus.
Alpukat mentega miki tahan terhadap hama lantaran memiliki enzim anti-hama. Karena itu, pohon alpukat mentega miki bisa juga ditanam di pekarangan rumah.
Yunus menyarankan, agar tidak bonyok sewaktu proses pengiriman ke pasar tradisional, sebaiknya alpukat di-packing dengan menggunakan peti kayu yang didalamnya dilapisi karton.
Tiap peti berisi 50-80 kg. Sementara, untuk pengiriman ke pasar swalayan, dikemas dengan menggunakan kardus dan ditata sehingga tidak saling tumpang tindih.
Label:
Buah
Manfaat Buah Rambutan
Wah, beberapa hari ini didaerah sekitar tempat tinggal kami, panen
rambutan sedang bersemi. Hampir setiap hari dapat kiriman rambutan,
hehee. Dari pak Haji yang punya pesantren yatim, dapat satu karung, dari
tetangga, juga dari kebon sendiri. Apa karena area kami dekat dengan
kampung Rambutan ya, jadinya disini emang dulunya tempat pohon rambutan
tumbuh dengan sangat subur.
Padahal di kebon pak Haji maupun kebon sendiri ini, pohon rambutan tidak pernah disiram, tidak pernah diberi pupuk, tidak pula disemprot pestisida. Dibiarkan alami. Dan pada musimnya akan berbuah sendiri. Sangat lebat. Wah, bisa dikatakan ini rambutan organik, hehee.
Suburnya pohon rambutan disini, dan pohon pohon lain seperti nangka, cempedak, kebon pisang, pepaya, yang tanpa perawatan tetapi tetap menghasilkan buah yang banyak, menunjukkan betapa kayanya tanah Indonesia ini. Subur sekali.
Tetapi, walaupun buah buah lokal begitu banyak, mengapa kita masih impor? Nilai impor buah Indonesia mencapai US$ 411,57 juta Dollar AS atau senilai Rp 3,7 Trilyun (data BPS). Termasuk impor buah tropis sejenis dari Thailand!
Diharapkan pemerintah memang bisa memproteksi buah lokal Indonesia dari serbuan impor.
Selain itu, bagi konsumen, jangan sepelekan gizi buah lokal! Konon, bahkan kebutuhan gizi manusia, sudah tersedia alami di alam sekitarnya. Dan sesuai dengan ritme alam, kebutuhan tubuh pun disesuaikan dengan musimnya. Jadi ada variasi gizi sebagai asupan manusia.
Dan untuk buah rambutan, beberapa khasiat yang terdapat didalamnya ternyata sangat banyak. Bisa dikatakan bahwa rambutan ini buah super, karena ternyata juga dapat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Disebutkan bahwa buah rambutan memiliki gizi yang sangat tinggi, diantaranya mengandung kalium, kalsium, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B12, folat, mangan, magnesium, zat besi hingga vitamin C. Didalam 100 g rambutan ( 3 buah), terdapat kandungan kalori 69 kalori, 58 mg vitamin. Kadar seratnya juga tinggi, yaitu 2 g per 100 g buah, sehingga cocok untuk orang yang ingin diet menurunkan berat badan.
Selain itu, kulit buah rambutan bisa digunakan untuk obat disentri dan demam. Sementara biji buah rambutan bisa digunakan untuk mengatasi diabetes mellitus atau penyakit kencing manis. Sedangkan kulit kayu rambutan, direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas, dan selagi hangat dapat dibuat sebagai obat kumur sebagai obat sariawan.
Dan ingin rambut hitam berkilau? Wah ternyata bisa juga di rawat dari daun rambutan. Daun rambutan yang ditumbuk hingga halus, diberi air, kemudian disaring, airnya diusap ke kulit kepala dan rambut. Jika rajin digunakan, rambut akan menjadi kinclong, hitam berkilau.
Nah, itu adalah manfaatnya. Dan ingin menanam pohon rambutan sendiri? Coba saja jika membeli rambutan, bijinya dibuang ke halaman. Tak berapa lama, akan bisa dilihat tunas rambutan muncul ke permukaan tanah. Saya mencobanya seperti itu. Dan ternyata tanpa diperlakukan khusus, tumbuh sendiri di halaman…..:)
Ya Sudah, sekali lagi, Cintai Buah Lokal Indonesia. Gizi dan Manfaatnya gak Kalah kok…
Padahal di kebon pak Haji maupun kebon sendiri ini, pohon rambutan tidak pernah disiram, tidak pernah diberi pupuk, tidak pula disemprot pestisida. Dibiarkan alami. Dan pada musimnya akan berbuah sendiri. Sangat lebat. Wah, bisa dikatakan ini rambutan organik, hehee.
Suburnya pohon rambutan disini, dan pohon pohon lain seperti nangka, cempedak, kebon pisang, pepaya, yang tanpa perawatan tetapi tetap menghasilkan buah yang banyak, menunjukkan betapa kayanya tanah Indonesia ini. Subur sekali.
Tetapi, walaupun buah buah lokal begitu banyak, mengapa kita masih impor? Nilai impor buah Indonesia mencapai US$ 411,57 juta Dollar AS atau senilai Rp 3,7 Trilyun (data BPS). Termasuk impor buah tropis sejenis dari Thailand!
Diharapkan pemerintah memang bisa memproteksi buah lokal Indonesia dari serbuan impor.
Selain itu, bagi konsumen, jangan sepelekan gizi buah lokal! Konon, bahkan kebutuhan gizi manusia, sudah tersedia alami di alam sekitarnya. Dan sesuai dengan ritme alam, kebutuhan tubuh pun disesuaikan dengan musimnya. Jadi ada variasi gizi sebagai asupan manusia.
Dan untuk buah rambutan, beberapa khasiat yang terdapat didalamnya ternyata sangat banyak. Bisa dikatakan bahwa rambutan ini buah super, karena ternyata juga dapat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Disebutkan bahwa buah rambutan memiliki gizi yang sangat tinggi, diantaranya mengandung kalium, kalsium, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B12, folat, mangan, magnesium, zat besi hingga vitamin C. Didalam 100 g rambutan ( 3 buah), terdapat kandungan kalori 69 kalori, 58 mg vitamin. Kadar seratnya juga tinggi, yaitu 2 g per 100 g buah, sehingga cocok untuk orang yang ingin diet menurunkan berat badan.
Selain itu, kulit buah rambutan bisa digunakan untuk obat disentri dan demam. Sementara biji buah rambutan bisa digunakan untuk mengatasi diabetes mellitus atau penyakit kencing manis. Sedangkan kulit kayu rambutan, direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas, dan selagi hangat dapat dibuat sebagai obat kumur sebagai obat sariawan.
Dan ingin rambut hitam berkilau? Wah ternyata bisa juga di rawat dari daun rambutan. Daun rambutan yang ditumbuk hingga halus, diberi air, kemudian disaring, airnya diusap ke kulit kepala dan rambut. Jika rajin digunakan, rambut akan menjadi kinclong, hitam berkilau.
Nah, itu adalah manfaatnya. Dan ingin menanam pohon rambutan sendiri? Coba saja jika membeli rambutan, bijinya dibuang ke halaman. Tak berapa lama, akan bisa dilihat tunas rambutan muncul ke permukaan tanah. Saya mencobanya seperti itu. Dan ternyata tanpa diperlakukan khusus, tumbuh sendiri di halaman…..:)
Ya Sudah, sekali lagi, Cintai Buah Lokal Indonesia. Gizi dan Manfaatnya gak Kalah kok…
Label:
Buah
Jambu Getas Merah
Jambu biji getas merah adalah
varian jambu biji yang berdaging hijau sampai kekuning-kuningan dan
berisi merah muda. Jambu ini beda dengan jambu pasar minggu, jambu ini
bentuknya agak melonjong dan rasanya kurang manis, tetapi jambu ini
memiliki khasiat yang baik karena mengandung Vitamin, Quersetin,
Glikosida Quersetin, Flavonoid, Minyak Astiri, Asam ursolat, Asam
psidiolat, Asam kratogolat, Asam oleanolat, Asam guajaverin, dan Vitamin
yang lebih banyak. Kelebihannya lagi jambu biji getas merah ini tidak
mengenal musim, dan selalu berbuah setiap saat dan kebanyakan
Dikembangbiakkan dengan pencakokan. Jambu ini sudah banyak di
budidayakan di daerah Kendal, asalnya dari Getasblawong Pageruyung
Kendal.[1]
Jambu biji getas merah merupakan hasil temuan Lembaga Penelitian Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada tahun 1980-an, sebagai hasil silangan antara jambu biji Pasarminggu yang berdaging merah dengan jambu biji bangkok. Jambu biji merah Getas memiliki daging buah merah menyala atau merah cerah, tebal, manis, harum, dan segar dengan bobot rata-rata 400 g/buah. Karena keunggulan inilah jambu biji merah Getas diminati konsumen selain dapat meningkatkan trombosit darah pada penderita DBD
Jambu biji getas merah merupakan hasil temuan Lembaga Penelitian Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada tahun 1980-an, sebagai hasil silangan antara jambu biji Pasarminggu yang berdaging merah dengan jambu biji bangkok. Jambu biji merah Getas memiliki daging buah merah menyala atau merah cerah, tebal, manis, harum, dan segar dengan bobot rata-rata 400 g/buah. Karena keunggulan inilah jambu biji merah Getas diminati konsumen selain dapat meningkatkan trombosit darah pada penderita DBD
Jambu Kristal
BUDIDAYA JAMBU KRISTAL
Jambu kristal yang memiliki banyak keunikan. Disebut kristal karena
wana daging buahnya yang jernih dan bersih. Rasanya manis dan
teksturnya khas sehingga terasa renyah (crispy), serta tak mudah busuk.
Permintaan jambu kristal mulai meningkat sejalan dengan semakin
dikenalnya varian jambu ini oleh masyarakat. Budidaya dan pemasaran
jambu kristal pun merupakan peluang usaha yang menarik
Nama Pohon : Pohon Jambu Kristal
Ciri –ciri Pohon Kristal :
1. Tinggi tanaman maksimum 2 meter.
2. Jumlah buah satu pohon sekitar 50 buah.
3. Dapat ditanam di dataran rendah mau pun dataran tinggi (1000 mdpl)
4. Waktu tanam bibit kira—kira 6 bulan sudah berbuah.
5. Hasil okulasi antara pohon local dan pohon perkawinan silang.
6. Pohon local berada pada batang berakar dan batang hasil perkawinan silang berada di atas.
Ciri-ciri buah jambu Kristal :
1. Diameter buah : 10 – 15 cm
2. Berbiji sedikit hampir tidak mempunyai biji
3. Rasanya manis, renyak tidak keras.
4. Warna kulit buah hijau, dagingnya berwarna putih tebal
Cara perawatan pohon :
1. Berikan pupuk pada saat tanam pohon.
2. Jaga tanah pada kondisi lembab dengan cara menyiram dengan air seperlunya.
3. Potonglah setiap cabang atau daun yang tumbuh di daerah pohon local agar batang kuat menahan buah.
4. Setelah panen daun dirompes setelah panen untuk merangsang tumbuhnya daun muda.
5. Letakkan pohon di tempat terbuka.
Durian Menoreh
Nama Umum Spesies : Durian
Nama Genus, Spesies, Author(s) : Durio zibethinus Murr
Nama Varietas : Menoreh Kuning
Sebaran Geografis : Potronalan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, DIY.
Deskripsi Tanaman :
Tanaman : Tipe tumbuh
tegak, kebiasaan tumbuh pohon, tipe lingkungan tumbuh lahan darat,
bentuk tanaman pohon, kerapatan kanopi rapat, umur tanaman 156 tahun;
Batang : tinggi batang
25 m, lingkar batang ketinggian 1 meter 353,25 cm, bentuk tajuk
seperti payung, keadaan tajuk rimbun, bentuk batang bulat, percabangan
melengkung ke atas, letak cabang terendah > 5 m, tekstur kulit
batang kasar, warna kulit kecoklatan;
Daun : bentuk daun
jorong, tepi daun rata, ujung daun runcing, belahan daun simetris,
warna daun bagian atas hijau tua, warna daun bagian bawah kecoklatan,
permukaan daun bagian atas/bawah halus/kasar, tipe daun membentuk huruf
"V", arah daun menghadap keatas, ukuran daun (19-22 cm) x (6,31-7,32
cm), tangkai daun warna coklat, ukuran tangkai daun 2,91 cm;
Bunga : warna bunga
kuning muda, kedudukan bunga di ketiak batang, jumlah bunga/tandan 1-5,
warna kelopak bunga kuning, lama bunga mekar menjadi buah 5-7 hari,
jumlah benangsari 35-40/kuntum;
Buah : tipe buah
beralur, bentuk buah bulat, tekstur kulit buah kasar, panjang buah
26-29 cm, lebar 19-22 cm, lingkar buah 59,66-69,08 cm, berat buah/biji
1,77-2,4 kg, warna kulit buah coklat muda kekuningan, duri buah berduri
kecil rapat, tebal kulit buah 10-14 mm, warna daging buah kuning
(mentega), rasa daging buah manis legit, tekstur daging buah berserat
halus, kandungan lemak 4,7 %, kadar gula 26,67% brix, kandungan air
basah 66,7% kering 65,3%, aroma keras, panjang tangkai buah 33-39 mm,
ketahanan buah dalam pengangkutan tahan;
Biji : panjang biji 4,1-7,8 cm, lebar biji 0,4-3,9 cm;
Produksi : jadwal
berbuah konsisten bulan Januari-Februari, panen musiman dibandingkan
varietas lain pertengahan, produksi/pohon/musim 300-500
buah/pohon/musim; Ketahanan terhadap hama dan penyakit tahan lalat buah;
Sifat-sifat khusus : warna
daging buah kuning cerah (mentega) 7/6 (Munsell, 1990), daging buah
kering kesat (tidak berair), berselaput dan mudah mengelupas, batas
antar juring jelas, permukaan bawah daun coklat tua (warna sisik), rasa
dan aroma manis harum menyengat




















